Inilah Faktor serta Kendala yang Mempengaruhi Bakat dan Kreativitas Anak

faktor-dan-kendala-bakat-kreativitas-anak
total-edukasi.blogspot.com
Apa saja faktor yang mempengaruhi bakat dan kreativitas anak? Akankah setiap bakat ataupun kreativitas anak juga dipengaruhi berbagai macam kendala?

Bakat adalah seberapa baik seseorang memiliki kemampuan pada bidang pengetahuan atau keterampilan khusus dengan berlatih. Bakat dapat dikembangkan secara maksimal melalui latihan dengan motivasi yang tinggi. Selain itu, bakat ditentukan oleh seberapa baik kemampuan umum, kreativitas, dan komitmen siswa dalam menyelesaikan tugas.

Bakat yang berkembang secara maksimal akan memberikan sumbangan yang berarti, baik untuk masyarakat maupun untuk pengembangan diri siswa yang bersangkutan. Sementara itu, kreativitas tidak dapat berfungsi di dalam kekosongan, kreativitas menggunakan pengetahuan yang diterima sebelumnya dan bergantung pada kemampuan intelektual seseorang (Hurlock, 1978).

Faktor yang Mempengaruhi Bakat Anak

Bakat sebagai potensi masih memerlukan latihan dan pengembangan agar dapat diwujudkan dalam bentuk prestasi. Sejumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus dikelompokkan ke dalam dua golongan, yaitu faktor internal dan faktor eksternal (Ali & Asrori, 2005). Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu. Faktor-faktor internal tersebut mencakup: minat, motif berprestasi, keberanian mengambil resiko, ulet dan tekun, serta kegigihan dan daya juang.

Adapun faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari lingkungan tempat seorang anak tumbuh dan berkembang. Faktor-faktor eksternal meliputi: kesempatan maksimal untuk mengembangkan diri, sarana dan prasarana, dukungan dan dorongan orang tua/keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan pola asuh.

Siswa yang memiliki ketekunan, kegigihan, keberanian, motif berprestasi yang tinggi, serta minat pada bidang tertentu akan mampu mengembangkan bakatnya dengan dukungan/dorongan dari lingkungan, melalui kesempatan yang diberikan untuk mengembangkan diri, serta menyediakan sarana dan prasarana (antara lain tempat berlatih dan alat-alat yang diperlukan untuk melakukan kegiatan sesuai dengan bakat dan minat anak) akan mencapai prestasi yang optimal. Pencapaian prestasi akan meningkatkan kepercayaan diri siswa. Kepercayaan diri merupakan aspek kepribadian yang penting bagi seseorang untuk mengembangkan diri.

Faktor yang Mempengaruhi Kreativitas Anak

Kreativitas membutuhkan rangsangan dari lingkungan untuk berkembang secara optimal. Beberapa ahli mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kreativitas. Amabile (Munandar, 1999) mengungkapkan sikap orang tua yang secara langsung mempengaruhi kreativitas anaknya. Beberapa faktor yang menentukan adalah:
  1. Kebebasan: orang tua yang percaya untuk memberikan kebebasan kepada anak. Orang tua tidak otoriter, tidak terlalu membatasi kegiatan anak, dan tidak terlalu cemas mengenai anak mereka.
  2. Respek: orang tua yang menghormati anaknya sebagai individu, percaya akan kemampuan anak mereka, dan menghargai keunikan anak mereka. Sikap orang tua seperti ini akan menumbuhkan kepercayaan diri anak untuk melakukan sesuatu yang orisinal.
  3. Kedekatan emosi yang sedang: kreativitas akan dapat dihambat dengan suasana emosi yang mencerminkan rasa permusuhan, penolakan, atau rasa terpisah. Tetapi, keterikatan emosi yang berlebihan juga tidak menunjang pengembangan kreativitas karena anak akan bergantung kepada orang lain dalam menentukan pendapat atau minat. Perasaan disayangi dan diterima tetapi tidak terlalu tergantung kepada orang tua akan menimbulkan keberanian anak untuk menentukan pendapatnya.
  4. Prestasi bukan angka: orang tua anak kreatif menghargai prestasi anak, mendorong anak untuk berusaha sebaik-baiknya, dan menghasilkan karya-karya yang baik. Tetapi, mereka tidak terlalu menekankan mencapai angka atau nilai tinggi, atau mencapai peringkat tertinggi.
  5. Orang tua aktif dan mandiri: sikap orang tua terhadap diri sendiri amat penting karena orang tua merupakan model bagi anak. Orang tua anak yang kreatif merasa aman dan yakin tentang diri sendiri, tidak mempedulikan status sosial dan tidak terlalu terpengaruh oleh tuntutan sosial. Mereka juga mempunyai banyak minat di dalam dan di luar rumah.
  6. Menghargai kreativitas: anak yang kreatif memperoleh banyak dorongan dari orang tua untuk melakukan hal-hal yang kreatif.
Torrance (Ali & Asrori, 2005) menambahkan bahwa ada lima bentuk interaksi orang tua dengan anak yang dapat mendorong perkembangan kreativitas. Kelimanya ialah:
  1. menghormati pertanyaan-pertanyaan yang tidak lazim;
  2. menghormati gagasan-gagasan imajinatif;
  3. menunjukkan kepada anak bahwa gagasan yang dikemukakan anak bernilai;
  4. memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar atas prakarsanya sendiri atau memberikan reward kepada anak setelah ia menyelesaikan suatu pekerjaan; serta
  5. memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar tanpa suasana penilaian.
Jadi, bagaimana sikap orang tua dalam berinteraksi dengan anaknya dapat mendorong berkembangnya kreativitas. Interaksi antara orang tua dan anaknya bukanlah interaksi yang didasarkan atas situasi stimulus-respon. Orang tua dan anak adalah subjek yang saling berinteraksi secara seimbang dan saling tukar pengalaman.
faktor-dan-kendala-bakat-kreativitas-anak
total-edukasi.blogspot.com

Kendala-kendala dalam Mengembangkan Bakat dan Kreativitas

Kendala terhadap produktivitas kreatif dapat bersifat internal, yaitu berasal dari individu itu sendiri. Dapat pula bersifat eksternal, yaitu terletak pada lingkungan individu, baik lingkungan makro (kebudayaan, masyarakat) maupun lingkungan mikro (keluarga, sekolah, teman sebaya). Kendala internal yaitu keyakinan bahwa lingkunganlah yang menyebabkan dirinya tidak mempunyai kesempatan mengembangkan kreativitasnya. Keyakinan ini akan menghambat orang untuk mencoba melakukan sesuatu yang baru, karena pada dasarnya mereka masih tergantung pada ada/tidaknya persetujuan dari lingkungan terhadap pendapat/tindakan yang mereka pilih (Shallcross dalam Munandar, 1999).

Kendala eksternal antara lain yang dikemukakan oleh Rogers (Munandar 1999) yaitu tentang evaluasi. Menurut Rogers, untuk memupuk kreativitas, pendidik tidak memberikan evaluasi, atau setidaknya menunda memberikan evaluasi sewaktu anak sedang berkreasi. Bahkan menduga akan dievaluasi pun dapat mengurangi kreativitas anak. Dari suatu penelitian, disimpulkan bahwa ucapan yang cukup positif terhadap anak yang sedang berkreasi, seperti pujian pun dapat membuat anak kurang kreatif, jika pujian itu membuat mereka memusatkan perhatian pada harapan akan dinilai. Eksperimen lain menunjukkan bahwa perasaan diamati selagi mengerjakan sesuatu juga dapat mengurangi kreativitas anak.

Pemberian hadiah adalah salah satu faktor eksternal yang dapat merusak motivasi intrinsik dan mematikan kreativitas. Selain itu, persaingan (kompetisi) juga dapat mematikan kreativitas. Persaingan terjadi apabila anak merasa pekerjaannya akan dibandingkan dengan pekerjaan siswa lain, dan bahwa yang terbaik akan diberi hadiah. Minat dan motivasi intrinsik untuk berkreasi juga akan dirusak dalam lingkungan yang sangat membatasi anak dalam berperilaku (misalnya lingkungan yang terlalu banyak aturan).

Pemberian evaluasi dan hadiah sebenarnya tidak selalu merusak motivasi intrinsik untuk berkreasi. Hal ini bergantung pada bagaimana melakukannya. Akan lebih baik jika pendidik menyampaikan sesuatu yang informatif dalam memberikan penilaian, sebagai contoh: ”rupanya kamu mengalami kesulitan dalam menggambar pohon, tetapi pilihan warna yang kamu pilih sungguh cerah.”; daripada hanya mengatakan ”Bagus” atau ”Kurang bagus.”

Rencana pemberian hadiah hendaknya disampaikan sesudah anak mencapai suatu prestasi. Kecenderungan orang tua dan pendidik menjanjikan sesuatu yang berlebihan kepada anak sebagai syarat bagi pencapaian prestasi akan menghambat anak untuk berkreasi.

Jangan Lupa Follow Total-Edukasi untuk Mendapatkan Informasi Terbaru!

0 Response to "Inilah Faktor serta Kendala yang Mempengaruhi Bakat dan Kreativitas Anak"

Post a Comment

Mohon berkomentar dengan bijak dan sopan. Jangan gunakan kata-kata kasar, caci maki, bullying, hate speech, dan hal-hal lain yang dapat membuat orang lain tersinggung.