Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Kurikulum Berdiferensiasi

kurikulum-berdiferensiasi
total-edukasi.blogspot.com
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (Munandar, 1999). Kurikulum secara umum mencakup semua pengalaman yang diperoleh siswa di sekolah, di rumah dan di dalam masyarakat, serta yang membantunya mewujudkan potensi-potensinya. Disadari adanya kenyataan bahwa setiap siswa memiliki minat dan kemampuan yang berbeda-beda. Kurikulum berdiferensiasi merupakan jawaban terhadap kenyataan ini (Munandar 1999).

Pendidikan berdiferensiasi, yaitu memberikan pengalaman pendidikan yang disesuaikan dengan minat dan kemampuan intelektual siswa (Ward dalam Munandar, 1999). Keberbakatan tidak akan muncul apabila kegiatan belajar terlalu mudah dan tidak mengandung tantangan bagi anak berbakat sehingga kemampuan mereka yang unggul tidak akan tampil (Stanley dalam Munandar, 1992).

Konsep dan Pokok-pokok Kurikulum Berdiferensiasi

Beberapa unsur pokok yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan kurikulum berdiferensiasi adalah (Clark dalam Munandar, 1999) sebagai berikut:
  1. Materi yang dipercepat dan/atau yang lebih maju;
  2. Pemahaman yang lebih majemuk dari asas, teori, dan struktur bidang materi;
  3. Tingkat dan jenis sumber yang digunakan untuk memperoleh informasi lebih tinggi dan beragam;
  4. Waktu belajar untuk tugas rutin dapat dipercepat dan waktu untuk mendalami suatu topik/bidang dapat diperpanjang;
  5. Menciptakan informasi dan/atau produk baru;
  6. Memindahkan pembelajaran ke bidang-bidang lain yang lebih menantang;
  7. Pengembangan pertumbuhan pribadi dalam sikap, perasaan, dan apresiasi;
  8. Kemandirian dalam berpikir dan belajar.
Sisk (Munandar, 1999) menjelaskan lebih lanjut tentang asas-asas kurikulum berdiferensiasi yang dikembangkan oleh Leadership Training Institute sebagai berikut:
  1. Menyampaikan materi yang berhubungan dengan isu, tema, atau masalah yang luas;
  2. Memadukan banyak disiplin dalam bidang studi;
  3. Memberikan pengalaman yang komprehensif, berkaitan, dan saling memperkuat dalam suatu bidang studi;
  4. Memberi kesempatan untuk mendalami topik yang dipilih sendiri dalam suatu bidang studi;
  5. Mengembangkan keterampilan belajar yang mandiri atau diarahkan diri sendiri;
  6. Mengembangkan keterampilan berpikir yang lebih tinggi, yang produktif, kompleks, dan abstrak;
  7. Memusatkan pada tugas yang berakhir terbuka (open-endedi);
  8. Mengembangkan keterampilan dan metode penelitian;
  9. Memadukan keterampilan dasar dan keterampilan berpikir lebih tinggi dalam kurikulum;
  10. Mendorong siswa untuk menghasilkan gagasan-gagasan baru;
  11. Mendorong siswa untuk mengembangkan produk yang menggunakan teknik, bahan, dan bentuk batu;
  12. Mendorong siswa untuk mengembangkan pemahaman diri, misalnya untuk mengenal dan menggunakan kemampuan mereka, serta mengarahkan dan menghargai kesamaan dan perbedaan antara mereka dan orang lain;
  13. Menilai prestasi siswa dengan menggunakan kriteria yang sesuai dan spesifik melalui baik penilaian diri maupun melalui alat baku.
Unsur pokok yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan kurikulum berdiferensiasi adalah: materi yang dipercepat dan/atau yang lebih maju, pemahaman yang lebih majemuk dari asas, teori, dan struktur bidang materi, tingkat dan jenis sumber yang digunakan untuk memperoleh informsai lebih tinggi dan beragam, waktu belajar untuk tugas rutin dapat dipercepat dan waktu untuk mendalami suatu topik/bidang dapat diperpanjang, menciptakan informasi dan/atau produk baru, memindahkan pembelajaran ke bidang-bidang lain yang lebih menantang, pengembangan pertumbuhan pribadi dalam sikap, perasaan, dan apresiasi, kemandirian dalam berpikir dan belajar.

Modifikasi Kurikulum Berdiferensiasi

Maker (Munandar, 1999) menekankan modifikasi kurikulum untuk anak berbakat. Modifikasi kurikulum yang dimaksud mencakup materi yang diberikan, proses atau metode pembelajaran, produk yang diharapkan, lingkungan belajar.

1. Modifikasi materi kurikulum

Siswa berbakat memiliki kemampuan untuk belajar keterampilan dan konsep yang lebih maju. Guru dapat menyediakan materi yang lebih kompleks. Ada program dalam memodifikasi materi, seperti kelas yang maju lebih cepat, pengelompokkan silang tingkat, belajar mandiri, sistem maju brkelanjutan, dan pemadatan kurikulum.

2. Metode proses/metode pembelajaran

Guru dapat menggunakan teknik mengajukan pertanyaan tingkat-tingkat, simulasi, membuat kontrak belajar (perjanjian antara guru dan siswa tentang apa yang akan dipelajari oleh siswa), penggunaan mentor, dan pemecahan masalah. Guru juga dituntut lebih tekun dalam memantau kemajuan siswa secara perorangan.

3. Modifikasi produk belajar

Memberikan alternatif kepada siswa mengenai produk yang akan dihasilkan dan kesempatan untuk merancang produknya sendiri (misalnya melalui jurnal, menulis untuk koran sekolah, melakukan drama, wawancara, atau kritik untuk menyampaikan pengetahuan yang telah mereka peroleh dalam satuan pokok bahasan pada mata pelajaran tertentu). Guru memerlukan sarana untuk menyalurkan produk-produk siswa tersebut. Guru dapat mengadakan pekan raya sains, konferensi penemu muda tingkat sekolah, atau pameran-pameran.

4. Modifikasi lingkungan belajar

Lingkungan yang mendukung berkembangnya bakat dan kreativitas adalah lingkungan yang memungkinkan semua siswa merasa bebas untuk belajar sesuai dengan caranya sendiri. Guru yang mengajar bagaimana menggunakan bahan, sumber, waktu, dan bakat mereka untuk menguasai bidang-bidang minatnya. Lingkungan yang berpusat pada siswa memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Parke dalam Munandar 1999):
  • Siswa menjadi mitra dalam membuat keputusan tentang kurikulum.
  • Pola duduk yang memudahkan belajar.
  • Kegiatan dan kesibukan di dalam kelas.
  • Rencana belajar yang diindividualkan berdasarkan kontrak belajar dengan tiap siswa.
  • Keputusan dibuat bersama oleh guru dan siswa (misalnya dalam menyusun aturan kelas, menentukan kegiatan belajar, waktu dan kecepatan belajar, dan evaluasi belajar).
Lingkungan yang berpusat pada siswa, memungkinkan siswa menjadi pelajar yang aktif, mandiri dan bertanggung jawab. Semua siswa dimungkinkan untuk memperoleh pembelajaran yang sesuai dengan minat dan tingkat kemampuannya masing-masing.

Jadi, dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa modifikasi kurikulum mencakup empat bidang yaitu 1) materi yang diberikan; 2) proses atau metode pembelajaran; 3) produk yang diharapkan; dan 4) modifikasi lingkungan belajar. Semoga bermanfaat!
Bagikan Post:

Jangan Lupa Follow Total-Edukasi untuk Mendapatkan Informasi Terbaru!

0 Response to "Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Kurikulum Berdiferensiasi"

Post a Comment

Mohon berkomentar dengan bijak dan sopan. Jangan gunakan kata-kata kasar, caci maki, bullying, hate speech, dan hal-hal lain yang dapat membuat orang lain tersinggung.