Mengapa Penelitian Disebut Sebagai Pencarian Ilmiah?

penelitian-sebagai-pencarian-ilmiah
total-edukasi.blogspot.com
Penelitian sebagai dasar untuk meningkatkan pengetahuan yang diperlukan dalam rangka meningkatkan pecapaian usaha manusia. Karena itulah, pengetahuan tidak akan bertambah maju, tanpa adanya penelitian.

Sebagai pencarian ilmiah, penelitian adalah suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan dengan menggunakan metode-metode yang diorganisasikan secara sistematis, dalam mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan data. Menemukan dan mengembangkan pengetahuan tersebut dilakukan dengan prosedur dan metode ilmiah. Yang dimaksud ilmiah di sini adalah cara mengembangkan pengetahuan.

Dalam konteks metode ilmiah, McMillan dan Schumacher (2001) membagi atas empat langkah metode ilmiah, yaitu: (1) Define a problem, (2) State the hypothesis to be tested, (3) Collect and analyze data, and (4) Interprete the results and draw conclusions about the problem. Hampir sama dengan McMillan dan Schumacher, John Dewey membagi langkah-langkah pencarian ilmiah yang disebutnya sebagai “reflective thinking”, atas lima langkah, yaitu: (1) mengidentifikasi masalah, (2) merumuskan dan membatasi masalah, (3) menyusun hipotesis, (4) mengumpulkan dan menganalisis
data, dan (5) menguji hipotesis dan menarik kesimpulan.

Empat langkah pencarian ilmiah dari McMillan dan Schumacher dan lima langkah berpikir reflektif dari John Dewey, seringkali dijadikan sebagai dasar dari langkah-langkah utama penelitian. Dengan kata lain, metode ilmiah mengikuti proses identifikasi masalah, pengembangan hipotesis, melakukan observasi, menganalisis, dan kemudian menyimpulkannya.

Menurut Suharsimi (1989) salah satu persyaratan penting dalam melakukan kegiatan penelitian adalah mengikuti konsep ilmiah, artinya mulai awal sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan. Selanjutnya ia mengemukakan langkah-langkah penelitian, yaitu: (1) Memilih masalah; (2) Studi pendahuluan; (3) Merumuskan masalah; (4) Merumuskan anggapan dasar dan hipotesis; (5) Memilih pendekatan; (6) Menentukan variabel dan sumber data; (7) Menentukan dan menyusun instrumen; (8) Mengumpulkan data; (9) Analisis data; (10) Menarik kesimpulan; dan (11) Menyusun laporan.

Untuk memperoleh pemahaman yang jelas tentang langkah-langkah penelitian tersebut, secara ringkas akan diuraikan sebagai berikut:

total-edukasi.ga

Memilih masalah

Memilih masalah bukanlah pekerjaan yang terlalu mudah terutama bagi orang-orang yang belum banyak berpengalaman meneliti. Kegiatan penelitian dimulai dengan mengidentifikasi isu-isu dan masalah-masalah penting (esensial), hangat (aktual), dan mendesak (krusial) yang dihadapi saat ini, dan yang paling banyak arti atau kegunaannya bila isu atau masalah tersebut diteliti. Dalam memilih masalah yang hendak diteliti perlu mempertimbangkan beberapa hal, antara lain:
  1. Cakupan masalah tidak terlalu luas.
  2. Data yang diperlukan tidak sulit diperoleh.
  3. Biaya dan waktu yang dibutuhkan cukup tersedia untuk penyelesaian penelitian.
  4. Dukungan teori dari sumber-sumber yang tersedia (referensi, buku, dan jurnal-jurnal hasil penelitian) yang relevan dengan masalah yang akan diteliti.

Studi pendahuluan

Sebelum penelitian dilakukan, peneliti perlu mengadakan studi pendahuluan. Studi pendahuluan ini biasanya disebut studi ekploratoris, yaitu menjajagi kemungkinan diteruskannya pekerjaan meneliti. Studi pendahuluan juga dimaksudkan untuk mencari informasi yang diperlukan oleh peneliti agar masalahnya menjadi lebih jelas.

Merumuskan masalah

Perumusan masalah merupakan perumusan dan pemetaan faktor-faktor, atau variabel-variabel yang terkait dengan fokus masalah. Faktor atau variabel tersebut yang melatarbelakangi ataupun diakibatkan oleh fokus masalah. Karena faktor atau variabel yang terkait dengan fokus masalah cukup banyak, maka perlu ada pembatasan faktor atau variabel, yaitu dibatasi pada faktor atau variabel-variabel yang dominan. Untuk itu informasi yang cukup dari studi pendahuluan atau studi eksploratoris sangat diperlukan, sehingga masalah yang akan diteliti menjadi jelas dan peneliti harus jelas pula apa yang seharusnya ia kerjakan.

Merumuskan anggapan dasar dan hipotesis

Anggapan dasar adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti yang akan berfungsi sebagai hal-hal yang dipakai untuk tempat berpijak bagi peneliti didalam melaksanakan penelitiannya. Jika anggapan dasar merupakan dasar berpikir yang memungkinkan kita mengadakan penelitian tentang permasalahan kita, maka hipotesis merupakan kebenaran sementara yang ditentukan oleh peneliti, tetapi masih harus dibuktikan atau dites untuk diuji kebenarannya. Yang perlu diingat bahwa rumusan hipotesis dibuat apabila penelitiannya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengolahan data stastistik inferensial. Untuk penelitian kuantitatif yang menggunakan pengolahan data stastistik deskriptif tidak diperlukan rumusan hipotesis, cukup dengan pertanyaan-pertanyaan pokok, demikian juga dengan penelitian kualitatif.

Memilih pendekatan

Dalam menyusun rancangan penelitian biasanya berisi rumusan tentang langkah-langkah penelitian, termasuk didalamnya adalah pendekatan dan metode penelitian yang digunakan serta alasan-alasan mengapa menggunakan pendekatan dan metode tersebut. Metode atau cara mengadakan penelitian seperti halnya: Eksperimen atau non eksperimen. Tetapi disamping itu juga menunjukan jenis atau tipe penelitian yang diambil, dipandang dari segi tujuan misalnya eksploratif, deskriptif atau hitoris. Masih ada lagi pandangan dari subjek penelitiannya, misalnya populasi atau kasus.

Menentukan variabel dan sumber data

Penentuan variabel penelitian berkaitan dengan penggunaan teknik pengumpulan data dan sumber data yang diperlukan dalam suatu kegiatan penelitian. Aspek-aspek yang diteliti dengan teknik pengumpulan data dan dari mana sumber data diperleh adalah persoalan penting bagi peneliti yang harus diketahui sebelum melakukan penelitian di lapangan.

Menentukan dan menyusun instrumen

Dalam suatu kerja penelitian, kegiatan pengumpulan data didahului oleh penentuan teknik, penyusunan dan pengujian instrumen pengumpulan data yang akan digunakan. Kegiatan ini perlu dilakukan peneliti, selain objektivitas dan keakuratan data yang akan diperoleh, segi-segi legal dan etis dalam proses pelaksanaannya perlu mendapatkan perhatian. Peneliti perlu menentukan jenis data dan dari mana serta dengan instrumen apa data diperoleh. Sebagai contoh, peneliti akan mengumpulkan data tentang tingkah laku siswa. Data tentang tingkah laku siswa pada kelas tertentu, tentu hanya dapat diperoleh dari siswa dengan cara mengobservasi dengan menggunakan seperangkat pedoman observasi dan/atau melalui interview atau kuisioner.

Mengumpulkan data

Dalam kegiatan pengumpulan data ini yang perlu mendapat perhatian peneliti adalah objektivitas dan keakuratan data yang diperoleh, segi-segi legal dan etis dalam proses pelaksanaannya. Dalam prakteknya, mengumpulkan data adalah pekerjaan yang sukar, karena apabila diperoleh data yang salah, tentu saja kesimpulannya pun salah pula. Oleh karena itu, peneliti harus sungguh-sungguh dengan cermat dan jeli dalam menghimpun, mencatat atau merekam data yang diperlukan.

Analisis data

Analisis data menjelaskan teknik dan langkah-langkah yang ditempuh dalam mengolah atau menganalisis data. Menganalisis data membutuhkan ketekunan dan pengertian terhadap jenis data. Jenis data akan menuntut teknik analisis data. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif, berupa table, grafik, profil, bagan, atau menggunakan statistik inferensial berupa korelasi, regresi, perbedaan, analisis jalur, dll. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif naratif-logis.

Menarik kesimpulan

Kesimpulan merupakan penarikan generalisasi dari hasil interpretasi temuan penelitian. Meskipun penelitian kualitatif tidak bersifat generalisasi, tetapi unsur generalisasi tetap ada, yaitu menemukan hal-hal yang esensial atau prinsipil dari suatu deskripsi. Terhadap kesimpulan-kesimpulan yang telah dirumuskan, disusunlah implikasi dan rekomendasi atau saran. Implikasi merupakan akibat logis dari temuan-temuan penelitian yang terkandung dalam kesimpulan. Rekomendasi merupakan hal-hal yang sebaiknya dilakukan di masa mendatang. Sesuaikah data yang terkumpul dengan hipotesis atau dugaan peneliti sebelumnya? Disinilah peneliti bisa merasa lega karena hipotesisnya terbukti. Tidak terbuktinya suatu hipotesis bukanlah suatu pertanda bahwa apa yang dilakukan oleh peneliti itu salah dan harus merasa malu.

Menyusun laporan

Menyusun laporan penelitian sebenarnya lebih menitikberatkan pada kegiatan administratif. Ada kalanya laporan hasil penelitian dianggap bukan dari pekerjaan meneliti. Laporan penelitian dapat dijadikan sebagai dokumen ilmiah dan merupakan bukti fisik dari kegiatan penelitian yang dipertanggungjawabkan, termasuk skripsi, tesis maupun disertasi.

Langkah-langkah penelitian tersebut dikelompokkan menjadi tiga kegiatan, yaitu: (1) Langkah ke-1 sampai dengan ke-6 mengisi kegiatan pembuatan rancangan penelitian, (2) Langkah ke-7 sampai denga ke-11 merupakan pelaksanaan penelitian, dan (3) Langkah terakhir sama dengan pembuatan laporan penelitian.

Dalam bidang pendidikan, pendidik, karena kedudukannya adalah seorang pengambil keputusan. Setiap hari, pada waktu melaksanakan proses pendidikan, pendidik dihadapkan kepada tugas mengambil keputusan tentang bagaimana meren-canakan pengalaman belajar, mengajar, membimbing siswanya, mengorganisasikan sistem sekolah, dan banyak lagi hal-hal lain yang memerlukan perhatiannya.

Pendekatan ilmiah dalam pendidikan menjadi salah satu cara yang dapat digunakan oleh pendidik (guru) dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk memecahkan masalah atau persoalan pendidikan. Mereka (pendidik) dianggap telah mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengambil keputusan-keputusan tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya.

Namun, bagaimana para pendidik dapat mengetahui jawaban yang tepat terhadap masalah atau persoalan yang dihadapi dalam kondisi tertentu? Kendati ada sumber-sumber pengetahuan lain, seperti pengalaman, otoritas, dan tradisi, hanya pengetahuan ilmiah tentang proses pendidikanlah yang memberikan sumbangan paling berharga dalam pengambilan keputusan di bidang pendidikan. Para pendidik perlu memanfaatkan sumber-sumber pengetahuan guna memperolah informasi dan saran-saran yang dijadikan pedoman dalam pengambilan keputusan.
Bagikan Post:

Jangan Lupa Follow Total-Edukasi untuk Mendapatkan Informasi Terbaru!

2 Responses to "Mengapa Penelitian Disebut Sebagai Pencarian Ilmiah?"

  1. Ya betul, disebut ilmiah karena menggunakan metode ilmiah ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti mbak sudah pengalaman nih dengan istilah ilmiah.

      Delete

Mohon berkomentar dengan bijak dan sopan. Jangan gunakan kata-kata kasar, caci maki, bullying, hate speech, dan hal-hal lain yang dapat membuat orang lain tersinggung.